Tampilkan postingan dengan label resume kuliah MPD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label resume kuliah MPD. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Januari 2010

Perencanaan Peserta Didik

Konsep Dasar Perencanaan Peserta Didik : perencanaan merupakan kegiatan pertama dalam hal manajerial, begitu pula dalam Manajemen Peserta Didik. Dalam perencanaan, hal yang harus diperhatikan adalah penetapan tujuan. Setelah menetapkan tujuan, maka untuk mengatur hal-hal selanjutnya akan lebih mudah. Setelah menetapkan tujuan, biasanya akan diikuti penentuan standar, metode, strategi dan hal-hal teknis lainnya. Dalam perencanaan peserta didik, khususnya dalam mengelola sebuah sekolah, ada faktor-faktor yang harus dipenuhi, yaitu :

Faktor Internal :
  • Finansial. Kegiatan sekolah haruslah menyesuaikan dengan kondisi keuangan sekolah agar tidak terjadi tumpang-tindih/
  • Human Recources Assessment. Penilaian terhadap kemampuan SDM yang ada.
  • Marketing Audit. Melakukan pengecekan terhadap keuangan dan efektifitas pemasaran.
  • Operation Analysis. Kegiatan analisis operasional perencanaan, mulai dari rekrutmen hingga pembiayaan dan dievaluasi apa yang masih kurang memenuhi target.
  • Other Internal Recources. Contohnya : MIS (Management Information System) dan RD (Recources and Development)

Faktor Eksternal
  • Industri dan Market (kondisi pasar dan psikologi pasar), dalam arti, membangun sekolah sesuai dengan target konsumen, apakah masyarakat bawah atau golongan menengah ke atas
  • Kompetitor (pesaing), kita harus melihat saingan-saingan(sekolah lain) yang ada, sehingga kita bisa menetapkan beberapa hal sesuai standar yang ada di daerah itu, seperti SPP, kualitas bangunan,
  • Political dan regulatitory (kebijakan / aturan / UU), ketika kita mendirikan sebuah sekolah, kita harus tahu terlebih dahulu kebijakan/aturan pemerintah yang ada, yang berkaitan dengan pendidikan, jangan sampai menyalahi undang-undang dan akhirnya bermasalah dengan hukum
  • Sosial (Kondisi masyarakat yang ada), ketika kita mendirikan sebuah sekolah, lihat juga lingkungan sekitar, apakah kita membangun sekolah yang tepat untuk keadaan masyarakat sekitar? contohnya, jangan membangun sekolah mewah ditengah daerah miskin
  • Human Recources (SDM), ketika kita membangun sekolah, hal yang harus kita perhatikan adalah bagaimana mencari SDM yang tepat untuk sekolah ini?bagaimana mengelola SDM tersebut?
  • Macro Economic (ekonomi makro), yaitu terkait dengan rata-rata penghasilan masyarakat pelanggan, contohnya mengenai kemampuan masyarakat untuk membayar iuran sekolah
  • Technological (Operational/management based technology) sebuah sekolah tidak boleh tertinggal teknologinya, karena merupakan aset penting yang dimiliki oleh sebuah sekolah
Dalam perencanaan peserta didik, yang direncanakan tidak saja proses masuknya siswa di sekolah tersebut, melainkan juga ketika siswa tersebut akan keluar dari sekolah tersebut. Artinya, perencanaan peserta didik mencakup kegiatan perencanaan mulai dari rekrutmen siswa baru, seleksi siswa, penempatan siswa baru, masa orientasi siswa, pengadaan kegiatan ekstrakurikuler dan fasilitas Bimbingan dan Konseling, dan fasilitas layanan lainnya, hingga ke pemberhentian siswa karena mutasi atau kelulusan ataupun karena drop-out.

Maka dari itu, merencanakan peserta didik membutuhkan berbagai muatan. Diantaranya adalah strategi, kebijakan, program, prosedur, metode, sistem, anggaran, standar.

Paradigma baru Manajemen Pendidikan

Paradigma baru Manajemen Pendidikan. dalam paradigma pendidikan di Indonesia, para manajer pendidikan diharapkan dapat membenahi/membawa angin segar pada sistem pendidikan di Indonesia


Di dalam paradigma baru ini, terdapat beberapa aspek yang perlu kita cermati. Pertama adalah trend yang terjadi di masa kini dan yang akan terjadi di masa depan. Orang-orang di masa sekarang mempunyai paradigm baru memandang hidup, tidak hanya memandang pendidikan, tetapi juga kehidupan secara menyeluruh. Sehingga kalau kita ingin berhasil di dalam hidup ini, kita pun harus sejalan dengan trend-trend tersebut.

Trend-trend yang disebutkan dalam materi ini diantaranya adalah :Kompetitif, transparansi, spesialisasi, profesionalisme, dinamis, dan kemampuan untuk beradaptasi (adaptif)

Keseluruhan dari trend-trend tersebut merupakan harapan masyarakat kepada kita, khususnya, sebagai calon manajer pendidikan. Sehingga kalau kita mengikuti trend-trend tersebut, maka pekerjaanlah yang akan mencari kita, bukan kita yang mencari pekerjaan.

Selain itu, ada yang namanya tuntutan. Sebagai calon manajer pendidikan, kita dituntut untuk memiliki kompetensi-kompetensi yang memadai. Dalam materi ini, dijabarkan apa saja yang menjadi tuntutan kompetensi SDM, yaitu :

Pengetahuan/Wawasan Global

  • Konseptual Yang Integratif dan Aplikatif
  • Orientasi Pada Solusi,Inovasi dan Kreatifitas
  • Nilai-Nilai Universal (Lintas Budaya)

Keterampilan Global, meliputi :
  • Komunikasi Multi Budaya (setidaknya menguasai Bahasa Inggris, bahasa pergaulan internasional)
  • Pemanfaatan Teknologi informasi (mengerti bagaimana memanfaatkan teknologi dengan sebaik-baiknya demi kepentingan pengetahuan)
  • Pengembangan Intelektual+ Emosional+ Adversity Skill (melatih diri agar seimbang di ketiga kecerdasan tersebut)

Sikap / Perilaku

  • Dinamis dan Fleksibel
  • Inisiatif dan Proaktif
  • Inovatif dan Kreatif
  • Mandiri

Tuntutan-tuntutan tersebut ada untuk kita penuhi dan akan membuat kita menjadi SDM yang berkualitas dan mampu bersaing secara global. makna-makna penting seputar belajar-pembelajaran, kehidupan dan pengembangan diri. Diantaranya dikatakan bahwa; ‘Sukses dilihat bukan hanya dari nilai raport atau ijazah, tetapi juga dari karya/prestasi yang kita buat.’ Maksud dari kalimat ini adalah bahwa kita jangan menyombongkan nilai raport kita yang selalu bagus atau banyaknya ijazah yang kita terima, kita baru bisa membanggakan diri kita saat kita sudah bisa menghasilkan sesuatu yang berguna bagi sekitar kita. Karena seperti pepatah mengatakan, ‘Sebaik-baiknya manusia adalah yang berguna bagi orang lain.’

Kreatifitas

(whatever one believes to be true either is true or becomes true in one's mind) (John Lilly, the centre of the cyclone)


Konsep dasar kreatifitas : kreatifitas merupakan sebuah kemampuan untuk menciptakan atau berkreasi (Olson). Kreatifitas juga merupakan proses menghasilkan sesuatu yang baru, baik gagasan maupun objek dalam bentuk baru atau susunan baru. Kreatifitas juga dapat berbentuk keterampilan untuk menemukan sesuatu yang baru, memandang subjek dari perspektif yang baru dan membentuk kombinasi yang baru dari 2 atau lebih konsep

Pola dasar berpikir kreatif : Imajinasi Data Evaluasi Aksi (IDEA). Ciri-ciri individu kreatif yaitu: bebas dalam kreatif, penuh daya imajinasi, curiousity (penuh rasa ingin tahu), suka pengalaman baru, penuh dengan inisiatif (tidak dipaksa tapi dikondisikan menjadi kreatif), bebas dalam berpendapat, punya minat luas, percaya diri, kritis/tidak mudah menerima, suka mengambil resiko, senang tugas yang majemuk dan terdapat keterkaitan, ulet, tidak pembosan.

Penyebab rendahnya kreatifitas : terdapat beberapa penyebab rendahnya kreatifitas pada seseorang, hal ini bisa disebabkan oleh diri orang itu sendiri maupun adanya rangsangan negatif dari luar. Beberapa penyebabnya antara lain : terlalu menekankan pada cara berpikir yang konvergen (percaya hanya ada 1 hal yang benar, cara/hal lainnya salah), lalu kurangnya wawasan seseorang sehingga menyebabkan cara berpikir kurang lentur. Ada pula beberapa hal yang dapat melemahkan kreatifitas seseorang, contohnya : rasa takut yang timbul ketika mengubah kebiasaan, rasa takut salah dan ditertawakan, dan tidak memiliki sense/rasa humor yang baik. Padahal kreatifitas dipengaruhi oleh 3 faktor penting, yaitu : lingkungan, keyakinan dan intelek.

sugesti tidak kreatif pada seseorang dapat membuat seseorang benar-benar menjadi tidak kreatif (whatever one believes to be true either is true or becomes true in one's mind) (John Lilly, the centre of the cyclone), padahal setiap orang memiliki Potensi untuk menjadi kreatif. Jadi agar kita bisa menjadi kreatif, pertama-tama kita harus mengenali terlebih dahulu kecerdasan yang kita miliki, bisa berupa : fisik, linguistik, logis, visual, spasial, musikal, naturalis, interpersonal, maupun intrapersonal. Setelah mengetahui kecerdasan yang kita miliki, lalu kita tingkatkan kreatifitas kita melalui cara-cara berikut :
  • Menjadi penjelajah, memiliki pikiran terbuka
  • Mengembangkan pertanyaan
  • Mengembangkan gagasan sebanyak-banyak nya
  • Mengembangkan cara baru untuk melakukan sesuatu
  • Keluar dari zona kenyamanan
  • Gunakan imajinasi : bayangkan bagaimana orang sukses melakukan sesuatu, bayangkan kita bicara dengan orang sukses
  • Mengisi sumber inspirasi (relaksasi).

Disiplin Siswa

Disiplin Siswa (dimana siswa sebagai sasaran) yaitu ketatan dan kepatuhan siswa terhadap peraturan yang telah ditetapkan oleh sekolah. sementara disiplin sekolah(produk dari sekolah) merupakan aturan yang ditetapkan sekolah yang bertujuan untuk mendisiplinkan peserta didik. Disini, disiplin merupakan aturan yang menetapkan antara mana yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan oleh peserta didik.

Pendisiplinan sekolah (proses disiplin) merupakan sebuah usaha sekolah untuk memelihara prilaku siswa agar tidak menyimpang dan dapat mendorong siswa untuk berprilaku sesuai norma, peraturan, dan tata tertib yang berlaku. hal ini berkaitan dengan aturan sekolah(school rule) yang biasanya mencakup hal-hal sebagai berikut : pakaian (seragam), waktu (waktu belajar maupun istirahat), prilaku sosial, dan etika belajar/bekerja (kejujuran dari siswa).

disiplinan sekolah bertujuan untuk memberi dukungan bagi terciptanya prilaku yang tidak menyimpang, serta mendorong siswa untuk berlaku baik dan benar. selain itu, disiplin sekolah juga berguna untuk memahami dan menyesuaikan diri siswa dengan lingkungan sekitar, sehingga siswa dapat hidup dengan kebiasaan yang baik dan bermanfaat.

terdapat beberapa penyebab prilaku disiplin antara lain : guru yang selalu dilihat murid dan dijadikan model, kondisi sekolah yang kurang menyenangkan dan teratur(contohnya jadwal pelajaran), siswa yang biasa disiplin disekolah dan dirumah, kurikulum yang terlalu kaku atau kurang fleksibel sehingga terkesan terlalu dipaksakan.

disini peran guru sangat besar dalam membantu siswa menumbuhkan disiplin, karena dengan disiplin, dapat membantu siswa mengembangkan pola pikirnya, juga meningkatkan standar prilakunya.

Disiplin dipandang penting dalam sebuah sekolah, karena dengan disiplin, timbul rasa hormat peserta didik terhadap otoritas/kewenangan, lalu munculnya upaya untuk menanamkan kerjasama. selain untuk menimbulkan rasa hormat pada orang lain, disiplin juga menekan keinginan peserta didik untuk melakukan hal yang tidak menyenangkan.


Para ahli menggolonglan disiplin dalam dua bentuk, yaitu : Disiplin preventif (menjaga jangan sampai terjadi ), Disiplin korektif ( memperbaiki apa yang telah terjadi ). Disiplin preventif dilakukan oleh sekolah untuk mencegah perilaku – perilaku menyimpang yang mungkin ditimbulkan oleh peserta didik ketika belajar dan beraktivitas di sekolah. Cara yang dapat dilakukan untuk melaksanakan disiplin preventif adalah dengan memberikan nasihat, pengetahuan, aturan, bimbingan, serta motivasi kepada para peserta didik. Sedangkan disiplin kuratif adalah disiplin yang dilakukan guna memperbaiki sesuatu kesalahan yang telah terjadi dan berusaha menjaga agar tidak terjadi kembali suatu kesalahan yang sama oleh karenanya bentuk tindakan displin kuratif dapat berupa pemberian sanksi dan hukuman ataupun nasihat.

Bentuk Peraturan yang dapat sekolah terapkan : Otoritarian (ketat dan rinci), Permisif (bebas dan boleh melakukan apa saja), Demokrasi (diskusi dan penalaran sekaligus rasional dan epistemologi sekaligus ada penjelasan).

Kamis, 24 Desember 2009

Manajemen Kelas

Manajemen Kelas adalah berbagai jenis kegiatan yang dengan sengaja dilakukan oleh guru dengan tujuan menciptakan kondisi optimal bagi terjadinya proses belajar mengajar. Hal ini berkaitan dengan upaya-upaya untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar (penghentian perilaku peserta didik yang menyelewengkan perhatian kelas, pemberian ganjaran, penyelesaian tugas oleh peserta didik secara tepat waktu, penetapan norma kelompok yang produktif), didalamnya mencakup pengaturan orang (peserta didik) dan fasilitas.

Masalah manajemen kelas biasanya meliputi masalah individual : Attention getting behaviors (perilaku mencari perhatian),Power seeking behaviors (perilaku menunjukkan kekuatan), Revenge seeking behaviors (perilaku menunjukkan balas dendam).Helplessness (peragaan ketidakmampuan). Dan masalah kelompok yang biasanya ditandai dengan kelas kurang kohesif, karena alasan jenis kelamin, suku, tingkatan sosial ekonomi, dan sebagainya.ditambah dengan Penyimpangan dari norma-norma perilaku yang telah disepakati sebelumnya.Kelas mereaksi secara negatif terhadap salah seorang anggotanya.Kelompok cenderung mudah dialihkan perhatiannya dari tugas yang tengah digarap.Semangat kerja rendah atau semacam aksi protes kepada guru, karena menganggap tugas yang diberikan kurang fair.Kelas kurang mampu menyesuakan diri dengan keadaan baru.

Ada beberapa pendekatan yang dilakukan dalam manajemen kelas diantaranya :
  • pendekatan otoriter yaitu manajemen kelas dimana siswa perlu diawasi dan diatur
  • pendekatan intimidasi yaitu manajemen kelas dengan mengawasi siswa dan menertibkan siswa dengan cara intimidasi
  • pendekatan permisif yaitu manajemen kelas dengan memberikan kebebasan kepada siswa, apa yang ingin dilakukan siswa, guru hanya memantau apa yang dilakukan siswa
  • pendekatan resep masakan yaitu manajemen kelas dengan mengikuti dengan tertib dan tepat hal-hal yang sudah ditentukan, apa yang boleh dan apa yang tidak
  • Pendekatan pengajaran yaitu guru menyusun rencana pengajaran dengan tepat untuk menghindari permasalahan perilaku siswa yang tidak diharapkan
  • Pendekatan modifikasi perilaku yaitu mengupayakan perubahan perilaku yang positif pada siswa
  • Pendekatan iklim sosio-emosional dimana guru menjalin hubungan yang positif antara guru-siswa
  • Pendekatan sistem proses kelompok yaitu meningkatkan dan memelihara kelompok kelas yang efektif dan produktif.
Moving Class

yaitu sistem belajar yang bercirikan siswa mendatangi pendamping belajar (guru) di kelas, filosofinya adalah, yang perlu ilmu mendatangi yang memiliki ilmu. siswa berada didalam suasana baru tiap akan belajar, siswa belajar di kelas yang didesain khusus untuk setiap mata pelajaran.

moving class bertujuan untuk memfalitisasi siswa dengan beraneka macam gaya belajar baik visual (contoh geografi), auditori (bahasa) maupun kinestetik (olahraga). selain itu moving class juga bertujuan untuk melatih siswa agar mandiri dan dapat bekerja sama dengan siswa lainnya. selain itu juga dapat merangsang aspek perkembangan pada siswa.Meningkatkan Disiplin Siswa dan Pendamping, meningkatkan keterampilan pendamping dalam memvariasikan metode dan media pembelajaran yang diaplikasikan dalam kehidupan siswa sehari-hari. meningkatkan keberanian siswa untuk bertanya, menjawab, mengemukakan pendapat dan bersikap terbuka pada setiap mata pelajaran. Meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa.

Minggu, 06 Desember 2009

Quantum learning

Quantum adalah sebuah istilah dalam pelajaran IPA (science) yang kurang lebih berarti lompatan atau percepatan, jadi pengertian quantum learning dimaksudkan agar pembelajaran berjalan secara cepat tetapi dengan cara-cara yang menyenangkan, dalam artian peserta didik belajar dibuat nyaman dalam lingkungan belajar dan cara belajar yang sesuai dengan keadaan peserta didik.
Dalam quantum learning, terdapat beberapa aspek yang dapat membantu pembelajaran, yaitu : teknik hapalan, sikap positif, motivasi, cara belajar, lingkungan belajar, baca cepat, catatan efektif, dan cara menulis yang baik.
Bersikap Positif. Sikap positif sangat penting dalam membantu peserta didik belajar. Satu hal yang kita tanamkan dalam pikiran kita, adalah bahwa kekuatan pikiran kita memiliki kekuatan tak terbatas, kita memiliki kapasitas otak yang sama dengan Einstein, jadi setiap orang memiliki potensi yang kurang lebih sama. Jangan membatasi otak kita sendiri dengan mengatakan hal-hal yang negatif, seperti ”saya tidak bisa, saya tidak pintar” dst. Otak kita itu bukan untuk di cap pintar atau tidak, tetapi apakah akan kita gunakan atau kita abaikan dan hanya menjadikan otak sebagai salah satu ”aksesoris” tubuh belaka.
Rekor Prestasi. Belajar, seharusnya merupakan suatu kegiatan yang menyenangkan (dalam artian bermakna dan berguna dalam jangka panjang), tetapi sejak kecil kita selalu menanggap belajar menakutkan, terutama ketika kita menginjak bangku sekolah. Hal ini disebabkan karena kehidupan sehari-hari, kita cenderung mendapat komentar dari orang lain, entah dari guru atau dari teman sejawat. Komentar ada dua jenis, yang negatif dan positif. Dalam sehari, seorang anak menerima 460 komentar negatif dan hanya 73 komentar positif.
Macam-Macam Kecerdasan. Dalam sistem pendidikan di Indonesia, orang-orang cenderung fokus pada yang kurang, bukan fokus pada yang bisa dan yang baik, contohnya ketika seorang murid lebih pandai di bidang akuntansi, tetapi mendapat nilai jelek di matematik, sang guru cenderung memberinya pelajaran ekstra pada matematika, sehingga mata pelajaran yang semestinya dikuasi sang anak akhirnya terbengkalai.
Quantum Learning : Otak. Otak manusia terdiri dari 3 bagian, yaitu bertahan (survival), emosi, dan berpikir logis. Otak tumbuh karena adanya stimulus yang berupa kontak dengan lingkungan sekitarnya. Otak yang dipakai berpikir oleh manusia dibagi menjadi 2 bagian, yaitu otak kiri dan otak kanan. Otak kiri cenderung berpikir logis, sekuensial, logis, linear, rasional, konvergen/vertikal. Sedang otak kanan cenderung berpikir acak, tidak teratur (fokus yang berpindah-pindah), intuitif, holistik, dan divergen/lateral.
Cara Belajar. Belajar aktif yaitu cara belajar dimana kita belajar apa saja dari setiap situasi, memanfaatkan apa yang kita pelajari untuk keuntungan kita, proaktif (prefentif) lebih dari inisiatif (korektif), bersandar pada kehidupan belajar itu lebih berinteraksi dengan kehidupan
Manfaat Belajar. Belajar bermanfaat untuk mendapat pengetahuan yang lebih luas, yang akan mengakibatkan pilihan yang lebih banyak, dan akhirnya akan menjadi kekuatan pribadi (percaya diri). Apresiasi menjadi hal penting dalam belajar, karena dengan mengapresiasi diri sendiri, maka kita belajar untuk menghargai orang lain. Apresiasi pada diri sendiri memberikan perasaan keberhasilan, kesempurnaan, kepercayaan diri, dan motivasi untuk langkah berikutnya.
Menata Lingkungan Belajar. Lingkungan belajar yaitu : perabotan, pencahayaan, musik, alat bantu visual, penempatan, temperatur, tanaman, kenyamanan, suasana hati.
Pentingnya Musik dalam Belajar. Dengan adanya musik dalam belajar, denyut nadi dan tekanan darah kita turun, gelombang otak lambat, otot-otot rileks.
Gaya Belajar. Tiap orang memiliki gaya belajar sendiri-sendiri, kita harus menemukan gaya belajar yang terbaik untuk diri kita sendiri, cara menyerap, mengatur dan mengolah informasi yang menurut kita paling ”enak” kita lakukan.
Modalitas Belajar. Hal ini dimiliki oleh tiap-tiap individu, dengan cara visual (melihat) auditorial (mendengarkan) maupun dengan cara kinestetik (gerakan)
Membuat Peta Pikiran. Peta pikiran bermanfaat untuk: fleksibilitas, memusatkan perhatian, meningkatkan pemahaman, menyenangkan.

Minggu, 29 November 2009

seleksi

Seleksi adalah serangkaian langkah kegiatan yang digunakan untuk memutuskan apakah pelamar diterima atau tidak, memadukan antara kebutuhan pelamar dengan kebutuhan organisasi, dalam hal ini adalah lembaga pendidikan.
Ada beberapa hambatan (tantangan) dalam proses seleksi, yaitu:

Ketidaksesuaian suply (terkait dengan ketersediaan calon), bila makin banyak pelamar, maka memungkinkan bagi lembaga untuk memilih yang terbaik, tetapi hal ini juga berarti menambah pekerjaan administratif, memerlukan waktu yang lebih banyak, membutuhkan sumber daya yang lebih banyak juga untuk melakukan proses seleksi, dan juga membutuhkan biaya yang lebih banyak hanya untuk proses seleksi.

Adanya halangan berupa ethis (etika) dalam hal ini, terjadi kesetaraan jender (berkaitan dengan sarana) lalu adanya family sistem, dimana beberapa pelamar yang mempunyai koneksi ”dimudahkan” oleh orang di dalam lembaga untuk masuk ke lembaga tersebut. Di Indonesia, sudah sering ditemukan adanya unsur KKN dalam proses seleksi, adanya sogokan, surat sakti, maupun letkol dan letjen (lewat kolong, lewat jendela). Untuk beberapa lembaga, tidak terdapat transparansi dalam hasil seleksi, hal ini dapat membuat beberapa calon menjadi kurang puas. Terkadang seleksi pun hanyalah sebuah formalitas, dalam hal ini calon/pelamar sebenarnya sudah dipastikan masuk lembaga tersebut, tetapi test seleksi masih tetap dilakukan.

Lalu hambatan yang terakhir adalah kondisi organisasi (organisasional) dimana organisasi yang melakukan proses seleksi memiliki keterbatasan sarana, pembiayaan, dan alokasi sehingga terkadang proses seleksi tidak berjalan maksimal.

Dalam proses seleksi, terdapat langkah-langkah yang harus ditempuh agar seleksi berjalan optimal, yaitu seleksi administratif, dimana seleksi ini adalah untuk mengetahui secara administratif apakah calon pelamar telah memenuhi persyaratan administratif, hal ini mencakup pengisian formulir, kelengkapan dokumen pendukung seperti ijasah, nem, dkk, dan bukti pembayaran (jika ada). Setelah pelamar lolos seleksi administratif, barulah masuk ke test-test yang telah disiapkan. Test adalah alat bantu untuk memadukan kriteria yang diterima dengan kondisi pelamar. Test yang diberikan haruslah memenuhi standar (valid dan realible). Materi test haruslah mencakup : psikotes, pengetahuan (potensi akademik) dan performance dari pelamar. Tidak semua indikator yang ditetapkan bisa diukur melalui test, karena itu selain test juga ada wawancara seleksi, pemeriksaan referensi, dan evaluasi medis.

Wawancara seleksi. Wawancara seleksi lebih bersifat formal dan mendalam yang dilakukan untuk mengevaluasi hal-hal yang dapat diterima (acceptability) pelamar. Wawancara dapat dilakukan secara individual maupun kelompok. Terdapat beberapa jenis pertanyaan yang dapat diajukan selama wawancara, seperti tidak terstruktur, terstruktur campuran, problem solving, maupun interview stress. Dalam evaluasi wawancara, diperlukan acuan yang valid.

Pemeriksaan medis diperlukan untuk menunjukkan kesehatan calon, pelaksanaannya dilakukan oleh lembaga secara manidiri atau menyerahkannya kepada lembaga kesehatan yang ditunjuk. Evaluasi medis bertujuan untuk mengurangi alokasi anggaran untuk kesehatan dan agar calon lancar mengikuti proses pendidikan tanpa halangan kesehatan.

Setelah dilakukannya proses seleksi maka harus ada pula keputusan penerimaan melalui media (papan pengunguman, surat, jaringan internet, telepon). Materi keputusan penerimaan dapat mencantumkan yang lulus, termasuk cadangan maupun yang tidak diterima juga dicantumkan.

Penempatan calon setelah keputusan penerimaan bertujuan menempatkan calon yang lulus seleksi pada kelas yang sesuai dengan kemampuan atau kondisi lain peserta didik. Penempatan berdasarkan homogen, heterogenitas, jadwal belajar, gender, dll.

Orientasi/Induksi bertujuan untuk memperkenalkan siswa baru terkait dengan hak dan kewajiban dengan organisasi maupun sesama siswa. Muatan materi orientasi antara lain : masalah-masalah organisasi, perkenalan, hak dan kewajiban, fasilitas, dan mekanisme, prosedur, ketentuan bimbingan, ujian.

strategi pembelajaran

Strategi pembelajaran
Pengertian belajar :
Apa itu belajar? seluruh kehidupan manusia adalah proses belajar, dan belajar itu menjadikan kehidupan manusia lebih baik dan bermanfaat. Mengapa kita membutuhkan belajar? Karena selain menjadikan kehidupan manusia lebih baik dan bermanfaat, juga setiap agama mewajibkan umatnya untuk belajar, terutama kita bangsa indonesia yang ideologinya adalah pancasila, yang mewajibkan kita untuk beragama. Belajar jauh lebih efektif bila dilakukan secara berkelompok (kooperatif learning) dimana terdapat pendidik yang dapat kita jadikan salah satu sumber belajar.

Lantas apa pengertian pembelajaran? Pembelajaran merupakan interaksi antara peserta didik, pendidik dan sumber belajara pada suatu lingkungan, dan merupakan sebuah kegiatan profesional, artinya tidak boleh dilakukan oleh orang sembarangan. Dalam pembelajaran, yang bisa dibilang penentu kesuksesan pembelajaran adalah proses, metode, dan keikhlasan pendidik dalam membimbing peserta didik dalam pembelajaran. Jadi yang dicari adalah pembelajaran kemudahan mendapatkan ilmu, bukan kemudahan mendapatkan nilai, seperti yang kita tahu, ”nilai” berbeda dengan ”ilmu”, ”nilai” hanyalah formalitas yang tertuang dalam kertas, tidak menentukan seberapa dalam ”ilmu” yang dimiliki seseorang.

Saat ini terjadi perubahan paradigma dalam pembelajaran di Indonesia, yang awalnya teacher centered (berorientasi pada guru) menjadi student centered (berorientasi pada siswa), karena inti dari sebuah pendidikan adalah peserta didik. Terjadi perubahan landasan, yang awalnya behavioristik (pembelajaran dimana murid terima saja apa adanya) ke konstruktivistik (pembelajaran dengan cara melihat apa saja yang sudah dimiliki untuk dikonstruksi menjadi sebuah bangunan pengetahuan). Landasan konseptual proses pembelajaran haruslah didsusun secara sistematik dan sistemik, harus jelas sebuah pembelajaran berawal darimana dan berakhir dimana, juga harus bertahap dari a ke b ke c dst. lalu harus terciptanya interaksi yang optimal antara peserta didik, pendidik maupun sumber belajar. yang terakhir adalah suasana yang mendukung proses pembelajaran, suasana yang menyenangkan, menantang, dan memungkinkan berkembangnya prakarsa peserta didik.

Senin, 19 Oktober 2009

Psikologi Perkembangan

psikologi perkembangan.

Pengertian pertumbuhan dan perkembangan:

pertumbuhan adalah perubahan yang bersifat kuantitatif mengenai aspek fisik atau biologis, sedangkan perkembangan adalah perubahan yang bersifat kualitatif mengenai aspek psikis atau rohani. Dalam masa pertumbahan dan perkembangan memiliki berbagai kebutuhan primer dan sekunder.


Kebutuhan primer adalah, kebutuhan yang harus dipenuhi. Seperti, makanan, tempat tinggal, pakaian.
Sedangkan kebutuhan sekunder adalah kebutuhan yang bisa dipenuhi setelah kebutuhan primer dipenuhi, dan ini tidak wajib, seperti, rumah yang bagus, mobil, motor, dan peralatan lainnya.

Kebutuhan dan keinginan memiliki perbedaan.

Kebutuhan adalah fungsi dasar atas sesuatu yang secara esensial diperlukan: makan untuk memenuhi nutrisi, tempat tinggal untuk istirahat, transportasi untuk bekerja, pendidikan untuk masa depan anak dan lain-lain.

Sedangkan keinginan adalah semua fungsi tambahan yang jika tidak ada sebenarnya tidak mengganggu hidup Anda akan tetapi Anda mengharapkan untuk bisa mendapatkan fungsi tambahan tersebut. Rumah yang besar dan mewah, makanan enak dan mewah, mobil baru, dan seterusnya. Keinginan seringkali merupakan perwujudan untuk menegaskan status sosial seseorang sekaligus membuktikan kepada orang lain bahwa dia mampu memilikinya.

Aliran-aliran psikologi perkembangan yang utama :

aliran asosiasi : John Locke berpendapat bahwa manusia dilahirkan seperti kertas putih yang kemudian diisi dengan pengalaman. Pengalaman luar, yaitu pengalaman yang diperoleh dengan panca indera, yang menimbulkan “sensasi”. Pengalaman dalam, yaitu pengalaman mengenai keadaan dan kegiatan batin dalam diri sendiri yang menimbulkan “reaksi”.

Aliran Gestalt melihat bentuk secara keseluruhan. Perkembangan itu adalah proses diferensiasi. Dalam proses diferensiasi ini yang primer adalah keseluruhan, sedangkan bagian-bagian adalah sekunder.

Aliran sosiologis adalah aliran yang mengatakan tarzan bukanlah manusia karena dia tidak bersosialisasi dengan manusia lainnya. Teori perkembangan ini menyebutkan anak manusia mula-mula bersifat a-sosial , dan sedikit demi sedikit bersosialisasi.

perkembangan intelektual remaja

ada dua tahap perkembangan intelektual remaja :

Deduktif Hipotesis, cirinya adalah;
  • Mengawali pemikiran bersifat teoritis.
  • Menganalisis masalah.
  • Mengajukan cara menyelesaikan masalah.
  • Mengajukan pendapat/prediksi/proporsi.
  • Mencari hubungan antara proporsi.

Berpikir operasional dan kombinasoris, cirinya adalah ;

  • Remaja melakukan pengujian hipotesis dan berpikir ilmiah dalam memandang masalah.

Implikasi pada pendidikan :

  • Memberi kesempatan untuk diskusi, memberikan tugas penulisan masalah.
  • Mengamati kecenderungan siswa untuk berpartisipasi.
  • Jangan membatasi pengetahuan dan kecakapan mereka untuk memanfaatkan yang diketahui.
  • Diskusi dapat membantu meningkatkan pemahaman.
  • Guru dapat menjelaskan konsep yang abstrak secara simpatik.
  • Memberi peluang untuk melakukan penjelajahan.

konsep dasar MPD

Pengertian Manajemen : Menurut R. Terry : Manajemen merupakan suatu proses khas yang terdiri dari tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumberdaya lainnya.

Pengertian peserta didik : peserta didik adalah anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan diri melalui proses pembelajaran yang tersedia pada jalur (formal, informal, nonformal) jenjang (dasar, menengah, tinggi) dan jenis pendidikan (umum, kejuruan, akademik, profesi, vokasi, keagamaan, khusus) tertentu

Fungsi Manajemen Peserta Didik :

Fungsi manajerial, yaitu fungsi-fungsi manajemen pada umumnya, meliputi planning, organizing, actuating, controlling (POAC).

Perencanaan :

  • Pemilihan dan penetapan tujuan
  • Analisis kohort : menjelaskan akibat yang terjadi terhadap populasi kohort setelah diamati dan diikuti selama jangka waktu tertentu
  • Penentuan :  Strategi Kebijakan Program Prosedur Metode System Anggaran Standar yang dibutuhkan

Pengorganisasian :

  • Penentuan sumber daya dan kegiatan untuk mencapai tujuan perancangan dan pengembangan suatu organisasi atau tim kerja
  • penugasan tanggung jawab tertentu

Pelaksanaan :

  • mengarahkan orang agar mau bekerja, mengkomunikasikan setiap masalah yang dialami atau kegiatan yang sedang dikerjakan
  • memberikan motivasi, serta disiplin disetiap kegiatan yang sedang dikerjakan

Pengawasan :

  • untuk melihat apakah suatu tujuan yang telah direncanakan dan dijalankan tercapai ?
  • agar tidak mengulang kegiatan-kegiatan yang tidak dibutuhkan
  • penetapan standar
  • penentuan ukuran kinerja
  • pengukuran hasil pelaksanaan : dibandingkan dengan standar, dan pengambilan tindakan
  • koreksi : bila ada penyimpangan.

Fungsi Operasional meliputi rekrutmen, penempatan, orientasi, pengembangan, bimbingan dan konseling, fasilitas dan layanan, pemberhentian

Rekrutmen :

  • Seleksi yaitu langkahsekolah melaksanakan tes-tes (psiko, TPA, performance), wawancara, evaluasi medis, keputusan hasil seleksi.
  • Penempatan yaitu sekolah melakukan penempatan kelas, atau penempatan jurusan

Orientasi :

  • Orientasi bertujuan mengenalkan siswa terhadap lingkungan sekolahnya dengan memberikan materi-materi tentang sejarah sekolah, hak dan kewajiban, fasilitas, personalia, tata krama. Yang biasanya diadakan sebelum kegiatan belajar mengajar.

Pengembangan:

  • Kurikuler
  • Co kurikuler
  • Ekstra kurikuler
  • Organisasi

Bimbingan dan konseling

  • Memberikan pengarahan kepada siswa tentang penyelesaian studi dan pengembangan karir
  • Memberikan motivasi untuk mengembangkan potensi dan kekuatan yang dimiliki siswa
  • mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi dalam studi, penyesuaian dengan lingkungan pendidikan, masyarakat, serta lingkungan kerja.

Fasilitas dan layanan

  • diberikan kepada peserta didik agar dapat memudahkan mereka, fasilitas dan layanan yang diberikan antara lain :
  1. Beasiswa
  2. Kantin
  3. UKS, klinik dan dokter kecil
  4. Sarana olahraga dan seni
  5. sarana ibadah

Pemberhentian

  • Drop Out(DO), pemberhentian secara tidak hormat karna melakukan pelanggaran berat
  • Mutasi atau dipindahkan
  • Kelulusan